Sahabat Nusantara

29 07 2009

bangka

“Hee yamko rambe yamko,aronawa kombe”. Begitu bersemangat Midah dan kawan-kawan menyanyi, disertai dengan gerakan yang sudah diajarkan oleh para kakak asuh. Mereka berpentas ketika mengikuti Jambore Sahabat Anak XIII yang dilaksanakan di Cibubur. Pada tanggal 19-20 Juli 2009 mereka yang berasal dari wilayah panglima polim dan sekitarnya berkelompok dalam tenda Bangka-Belitung. Mereka bermain dan berlomba bersama adik-adik dari berbagai wilayah di Jabodetabek.

6-smallJambore sahabat anak merupakan sebuah kegiatan yang dibuat untuk memberikan keceriaan dan nilai-nilai positif lainnya bagi adik-adik yang termarjinalkan. Jambore Sahabat Anak ini merupakan yang ke-13 kali diselenggarakan sejak 1997. Pada awalnya diberi nama Jambore anak Jalanan. Dan berubah namanya menjadi Jambore Sahabat Anak terhitung sejak 2006. Acara ini diselenggarakan oleh yayasan sahabat anak.

7-small

Aku dan tanah airku, merupakan tema yang dipilih oleh panitia JSA XIII. Karena selain memupuk rasa nasionalisme sejak dini, nilai-nilai luhur kebangsaan juga diinterpretasikan dalam seluruh kegiatan JSA XIII ini. Nama kelompok yang diambil dari nama pulau di Indonesia, agar adik-adik mendekor tenda mereka sesuai dengan budaya dari nama kelompok mereka. Pentas unjuk bakat yang dilakukan adik-adik yaitu menyanyi dan menari yang berasal dari budaya Indonesia. Permainan dan outbound pun dikemas agar kita tetap ingat dan memelihara permainan-permainan tradisional.

Ini pertama kalinya adik-adik dari panglima polim mengikuti jambore sahabat anak. Dan mereka pun mendapatkan juara III bazaar dari 22 kelompok lainnya. Dan mereka pun bertekad untuk berlatih banyak hal, agar mendapatkan hasil yang lebih baik di jambore sahabat anak selanjutnya. Bangka Belitung!!!

3-small





Keharmonisan Masyarakat vs Political Issues

30 06 2009

Next Indonesian President

“Presiden milih siapa nih mas?”

“Yah kalo saya sih yang penting Indonesia aman, sejahtera, dan lebih maju dari negara lain.”

Cuplikan diatas adalah obrolan santai antara 2 orang pemuda di sebuah kota di Indonesia. Siapa tidak tahu tanggal 8 Juli 2009. Nasib Indonesia 5 tahun kedepan dimulai dari tanggal 8 tersebut. Semua capres-cawapres mengelu-elukan program-program mereka 5 tahun kedepan. Pesta demokrasi ini membuat rakyat memilih calon mana yang realistis dan optimistis dalam memperjuangkan suara mereka. Masyarakat menyambut baik demokrasi jika dibandingkan dengan jaman orde baru. Perbedaan pendapat antar mereka yang diimbangi oleh rasa saling menghargai. Keharmonisan seperti ini harus selalu kita jaga, seperti nenek moyang kita yang selalu memupukkan nilai gotong royong antar sesama.

Tapi semakin dekat dengan tanggal 8 Juli ketika situasi politik nasional semakin menghangat, romantisme tersebut seakan boleh saja dihancurkan hanya karena kehausan beberapa pihak yang haus akan kekuasaan. Ada pihak yang berasumsi bahwa itu adalah political strategy, dan wajar dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Tapi coba kita bandingkan, pantaskah keharmonisan jutaan masyarakat Indonesia ditukar dengan kepentingan oknum-oknum tertentu? Bila melihat makna dari “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat”, saya rasa kita sudah tau kalau hal itu tidak sebanding.

Indonesia terdiri dari berbagai macam kebudayaan dan kepercayaan. Itu sebabnya kita menjunjung tinggi nilai “Bhinneka Tunggal Ika”. Tapi masih saja ada oknum-oknum yang mengangkat issue tentang agama hanya untuk menjatuhkan pihak tertentu. Apakah mereka tidak melihat sejarah Indonesia dimana banyak kasus yang terjadi karena issue agama. Sebut saja seperti Timor Timur, Poso, dan lainnya. Cukup sudah tangisan anak bangsa terurai hanya karena issue yang dilontarkan oleh oknum-oknum tertentu.

Etos dalam berpolitik harus lebih diperhatikan oleh mereka. Agar cita-cita keamanan, kesejahteraan, dan kemajuan Indonesia yang dimiliki pemuda diatas serta seluruh masyarakat Indonesia lainnya dapat terlaksana. Dan Bangsa ini akan tetap maju bersama rakyat, melebihi bangsa-bangsa lainnya.  





Technology against Ecology?

29 05 2009

Global warming is a hot issue in every country all around the world. The earth’s temperature increasing, animals and their habitats are decreasing.  According to National Climatic Data Center of U.S, the global’s reach 55.04 degree in the past three months. The climate change also increasing the number of diseases in the world, for instance “Highland Malaria” in Africa. Many people told that technology always the cause of this issue. Is it true?

Large energy consumption, and a high CO2 production in a technology make a serious problem for the environment. The scientist have pay attention for technology development with eco-friendly method. Maybe we allready heard about some technolgy which is environmentally friendly. For example Solar Cell, Wind mill Energy, and Hybrid Car. There just a few example about eco-friendly technology. So that would answer the previous question rite.

And how about the condition in Indonesia. Technology and global warming is two main issue for Indonesia. That’s why when Hillary Clinton as the U.S Secretary Department of State visiting Indonesia last february, this 2 points is was announce by her as a main sector cooperation between Indonesia and U.S.

Indonesia is one of country which has tropical clime. So Indonesia must pay more attention than the other country had. Indonesia must looking for a new alternative energy, and using the eco-friendly technology. Many corporate in Indonesia still dont pay attention about that. Government must make a policy to order each corporate and every people in Indonesia, to use eco-friendly technology. So we could make a better environment, especially in Indonesia.

-qB-

photo by Harry Kawanda

photo by Harry Kawanda